Fungsi dan Kegunaan Alat peraga dalam Proses Belajar

Sebelum penulis menjelaskan tentang kegunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar, terlebih dahulu penulis menguraikan tentangtfungsi alat peraga dalam proses belajar mengajar Alat peraga merupakan alat teknologi yang memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar. Ada dua kemudahan dalam proses belajar menagajar, yaitu kemudahan bagi guru untuk menyampaikan materi pelajaran dan kemudahan bagi siswa untuk mengikuti pelajaran. Alat peraga ini digunakan waktu berlangsungnya proses belajar mengajar.

Semua bidang studi membutuhkan alat peraga yang sesuai dengan proses balajar mengajar. Alat peraga tersebut dalam berupa buku-buku bacaan, tape recorder, radio, dan dapat juga berupa gambar-gambar, chart dan simulasi.

Melalui buku bacaan siswa dapat membaca, mngambil intisari kemudian memproduksikannya kembali didepan  kelas. Dengan demikian siswa sudah terlatih untuk membaca terampil dan mengambil intisari serta memproduksinya kembali. Melalui bahan bacaan siswa akan memperoleh pemahaman kaedah dan arti yang dapat memperkuat  pengausaan fonologi, sintaksis dan leksikal.

Alat peraga seperti tape recorder untuk melatih siswa mendengar dengan teliti, kemudian siswa melaporkan atau mendiskusikan hasil yang mereka dengar. Ini dapat menambah keterampilan berbicara atau pembeberan bahasa yang otentik bersifat latihan.

Uraian tersebut memberikan gambaran bahwa fungsi alat peraga adalah   :

“Media tidak lagi hanya kita pandang sebagai alat bantu belaka bagi guru untuk mengajar, tetapi juga sebagai alat pnyalur pesan dari pemberi kepenerima pesan. Sebagai pembawa pesan, mdia tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yang lebih penting lagi dapat pula digunakan oleh siswa. Oleh karena itu sebagai penyaji dan penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik”. (S. Sadiman  1990 :10).

 

Berdasarkan uraian di atas, maka di bawah ini penulis akan menjelaskan secara umum kegunaan alat peraga antara lain:

  1. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, alat peraga besar sekali manfaatnya disamping alat-alat pelajaran lain bila ditinjau dari sudut peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini pemerintah sedang berupaya melaksanakan pembaharuan disegala bidang untuk meningkatkan mutu pendidikan. Antara lain pnyempurnaan kurikulum, penambahan buku-buku, dan pengadaan alat-alat pendidikan.
  2. Untuk mencegah verbalisme disekolah yang merupakan masalah yangsering berkecamuk disekolah-sekolah dewasa ini. Masalahnya yaitu siswa tahu namanya akan tetapi tidak megetahui benda sebenarnya. Apabila guru selalu mengucapkan kata-kata saja, tanpa pengenalan dan penjelasan, hal yang demikian bukan saja terjadi verbalisasi tetapi juga kurang menarik perhatian siswa. Apabila hal ini terus terjadi maka suasana kelas akan pasif. Hal ini akan mengakibatkan tujuan proses belajar mengajar tidak akan tercapai.
  3. Guru selalu mengharapkan agar siswanya selalu aktif dan berhasil dalam mengikuti pelajaran. Kita sering mendengar bahwa seorang guru mngatakan siswa-siswanya sukses dalam belajar dan mendapat nilai yang tertinggi. Untuk meningkatkan minat dan perhatian siswa hingga sukses dalam belajar, disinilah dituntut kesediaan guru menggunakan alat peraga dalam pelaksanaan pengajaran sehari-hari. Dengan demikian pelajaran yang diajarkan memperoleh hasil yang memuaskan.

Salah satu cara untuk menarik perhatian dan membangkitkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran adalah dengan menggunakan alat peraga. Alat peraga yang dipakai harus sesuai dengan materi plajaran yang akan diajarkan, sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hamalik (1985:30).

“Media pendidikan membangkitan keinginan dan minat-minat yang baru. Melalui alat/media para siswa akan memperoleh pengalaman lebih luas dan lebih kaya. Dengan demikian persepsinya akan menjadi lebih tajam dan pengertiannya menjadi lebih tepat. Dan akan mnimbulkan keinginan-keinginan seta minat belajar yang baru.”

Selanjutnya, menurut Encyclopedia of Education research (Hamalik  1985:27) manfaat dari media adalah sebagai berikut :

Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir dan oleh karena itu mengurangi verbalisme, memperbesar perhatian siswa, meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar dan oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap, memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa, memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efesiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Berdasarkan uraian diatas, penulis menyimpulkan bahwa mengajar dengan menggunakan berbagai alat peraga akan lebih menarik perhatian siswa, lebih merangsang siswa untuk berfikir sehingga apa yang diajarkan dapat diterima oleh siswa dengan baik

  • Ketepatgunaan Alat peraga

Berhasil atau tidak proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru di sekolah bukan saja tergantung pada alat peraga yang digunakan, tetapi sangat tergantung kepada tepat tidaknya penggunaan alat peraga tersebut. Keduanya saling mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Hal itu sangat penting diperhatikan agar proses belajar mengajar berhasil dengan baik. Tidak semua alat peraga dapat dipergunakan untuk suatu matei pelajaran. Mungkin saja satu materi pelajaran dapat dipergunakan atau sesuai untuk dua atau tiga alat peraga yang penggunaannya secara bervariasi.

Dengan menetapkan suatu model satuan pelajaran guru dapat mengetahui tepat tidaknya proses pengajaran, karena dalam satuan pelajaran dibicarakan berbagai hal yaitu tujuan yang hendak dicapai, materi, metode, alat peraga dan sumber serta penilaian yang akan dilaksanakan.

Berdasarkan uraian diatas, jelaslah bahwa tepat tidaknya guru menggunakan alat peraga sangat tergantung pada situasi dan keadaan alat peraga serta kemampuan guru dalam menggunakannya. Karena itu guru harus mengetahui faktor-faktor diatas. Faktor tujuan merupakan faktor yang sangat penting, karena tjuan pengajaran sangat menentukan tepat tidaknya penggunaan suatu alat peraga.

  • Pemilihan dan Penggunaan Alat Peraga

Dalam penggunaan alat peraga dengan baik para guru tidak dapat menggunakan sembarangan alat peraga, akan tetapi harus memilih alat peraga yang cocok terlebih dahulu kemudian barulah alat peraga itu digunakan dalam proses belajar sehari-hari.

Sebagaimana kita ketahui alat peraga adalah suatu sarana untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Akan tetapi, mengingat banyaknya alat peraga tersebut serta setiap alat peraga mempunyai karakteristik-karakteristik sendiri maka kita harus berusaha memilihnya dengan cermat agar dapat digunakan dengan tepat pula.

Memilih dan menggunakan alat peraga harus sesuai dengan kriteria tertentu, sebagaimana yang dikemukakan dalam buku “Program Akta Mengajar V-B Komponen Dasar Kependidikan” (1984 : 22), antara lain: “tujuan yang ingin dicapai, ketepatgunaan, keadaan siswa, ketersediaan , mutu dan biaya”.

Dalam pemilihan alat peraga guru harus menguasai teknik dan proses pembuatan suatu alat peraga sangat berguna dalam pelaksanaan suatu pengajaran tertentu. Hal ini sesuai dengan pendapat Hamalik (1985:18) bahwa alat peraga yang dipilih harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Rasionil, sesuai dengan akal dan mampu dipikirkan oleh kita.
  • Ilmiah, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Ekonomis, sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang ada, (hemat).
  • Praktis, dapat digunakan dalam kondisi praktek disekolah dan bersifat sederhana.
  • Fungsional, berguna dalam pengajaran, dapat digunakan oleh guru dan siswa.

Sehubungan dengan hal di atas , maka dalam memilih alat peraga hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut  :

  1. Hendaknya kita mengerti tentang karakteristik sehingga dapat mengetahui keunggulan dan kekurangan tiap-tiap alat peraga.
  2. Hendaknya kita memilih alat peraga yang sesuai dengan keadaan siswa, baik ditinjau dari segi jumlahnya maupun dari umur atau tingkat perkembangannya.
  3. Hendaknya kita menyesuaikan alat peraga dengan situasi dan kondisi lingkugan tempat alat peraga itu dipergunakan.
  4. Hendaknya kita memilih alat peraga yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Misalnya untuk melatih keterampilan menyimak kita memilih alat peraga rekaman atau radio, sedangkan untuk melatih keterampilan berbicara spontan kita memilih “flash card”.
  5. Hendaknya kita memilih alat peraga yangsesuai dengan kreativitas kita, sebab pengguanaan alat peraga pandang non proyeksi seperti papan tulis, papan slip, waal chart, flash card, sebagai daya guna, dan sebagai daya pakainya semata-mata bergantung kepada kreativitas guru, (Soeparno, 1980:13)

Di sisi lain, S. Sadiman (1990:85) menjelaskan bahwa hal-hal yang perlu dipertanyakan oleh seorang guru dalam rangka memilih alat peraga, adalah :”Apakah alat peraga yang bersangkutan relevan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, apakah ada sumber informasi, katalog, dan sebagainya mengenai alat peraga bersangkutan, apakah ada alat peraga dipasaran yang telah di validasikan”.

Dari pendapat diatas, dapatlah disimpulkan bahwa kriteria pemilihan alat peraga harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat khasnya (karakterstik) alat peraga yang bersangkutan. Selain itu pemilihan alat peraga itu harus pula disesuaikan dengan tujuan pelajaran, tingkat kecerdasan, umur, dan latar belakang sosial si anak, guru juga harus pula mempertimbangkan faktor kurikulum.

Selain faktor-faktor tersebut diatas, perlu pula diperhatikan criteria kualitas teknik, yaitu apakah bentuknya artistik, ukuran dan warnanya serasi, begitu juga pembuatannya apakah halus, maupun format penyajiannya jelas dan lain-lain.

Bila tidak ada alat yang dianggap tepat oleh guru sedangkan perannnya sangat penting, maka tugas gurulah untuk mempersiapkannya. Namun demikian, guru harus tetap memperhatikan sebagian besar kriteria-kriteria diatas.

Dari uraian diatas, jelaslah pada kita bahwa pemilihan alat peraga sangat dituntut pada guru. Guru hendaknya dapat mengusahakan alat peraga yang sederhana, praktis dan ekonomis serta dapat mengaktifkan siswa. Dengan pemilihan alat peraga yang tepat akan membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar membentuk pengertian di dalam diri siswa.

  • Penggunaan Alat Peraga

Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses interaksi antara guru dan siswa. Dalam proses belajar mengajar dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Dalam hal ini  sering terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga apa yang kita sampaikan tidak efektif dan efisien. Hal ini mungkin disebabkan oleh verbalisme, ketidaksiapan siswa, kurang minat, kurang gairah dalam proses belajar mengajar dan lain-lain. Untuk itulah guru diharapkan dapat menarik perhatian siswa pada pelajaran yang diberikan guru.

Perhatian belajar siswa akan bertambah besar lagi bila didukung oleh minat da bakat. Perhatian untuk belajar dapat timbul secara langsung, kalau pada siswa sudah ada kesadaran terhadap tujuan dan kegunaan pelajaran yang diperolehnya. Perhatian siswa secara langsung baru timbul bila diberi rangsangan oleh guru, dengan penyajian materi pelajaran yang menarik. Dengan penggunaan alat peraga yang tepat merangsang siswa utnuk berfikir, serta menghubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.

Untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap pelajarn yang akan diajarkan, maka pelajaran itu diberikan secara konkret sehinggamereka dapat mengamati atau melihat dengan jelas. Pada waktu mengajar hendaknya guru harus berusaha mewujudkan materi yang diajarkan dengan se-konkret mungkin dan dengan menunjukkan benda yang sebenarnya atau menunjukkan benda tiruan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa alat peraga itu  ada yang digunakan secara langsung dan ada pula yang digunakan secara tidak langsung.

  1. Penggunaan secara langsung yaitu dengan menggunakan benda yang sebenarnya.
  2. Penggunaan alat peraga secara tidak langsung yaitu menggunakan benda-benda tiruan, hal ini dikarenakan tidak memungkinkannya benda asli tersebut tidak dapat dibawa ke objek (dalam kelas).
    • Sikap Guru dalam Penggunaan Alat peraga

Bila seorang guru hendak menyajikan pelajaran kepada siswanya dengan menggunakan alat peraga, maka guru tersebut harus harus mengetahui petunjuk-petunjuk agar dapat tercapainya tujuan yang diharapkan. Disamping itu guru harus mengetahui pula skope dari materi pelajaran tersebut misalnya pelajaran PPKn yang diajarkan. Sebelum guru melaksanakan proses belajar mengajar di dalam klas terlebih dahulu guru harus dapat menguasai dan memahami materi pelajaran yang harus diajarkan kepada siswanya dan menyiapkan bahan-bahan atau alat-alat yang akan dijadikan alat peraga dan akan dipergunakan sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.

  • Hambatan-hambatan dalam Penggunaan Alat peraga.

Pelaksanaan pegajaran merupakan suatu kegiatan untuk mencapai hasil pengajaran khususnya dan tujuan pendidikan umumnya. Agar tujuan itu tercapai guru harus berusaha menggunakan fasilitas dan sarana pengajaran yang dapat memberikan hasil yang semaksimal mungkin.

Hasil dari suatu pendidikan dapat dianggap tinggi mutunya  :

“Apabila kemampuan, pengetahuan dan sikap yang dimiliki para lulusan berguna bagi perkembangan selanjutnya, baik dilembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun dimasyarakat kerja, sedangkan mutu itu sendiri baru mungkin kita capai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan dikelas benar-benar efektif dan fungsional bagi pencapaian pengetahuan, kemampuan yang dimaksud”. (Buku Pelaksanaan Teknis Guru Sekolah Dasar, 1994:34)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s